Resveratrol Dalam Biji dan Kacang: Studi Multi-Spektroskopi, Kromatografi dan Molecular Docking terhadap Insulin Chain B
Penulis: Sahri Yanti, S.Si., M.Sc., Ph.D
Penerbit: Diva Pustaka
Sinopsis:
Biji-bijian dan kacang-kacangan merupakan sumber nutrisi penting yang mengandung protein, karbohidrat, dan minyak sebagai senyawa esensial bagi tubuh. Minyak dari bahan tersebut juga mengandung senyawa bioaktif, seperti resveratrol, yang dikenal memiliki manfaat kesehatan, termasuk aktivitas antidiabetes. Penelitian ini bertujuan mengkaji kandungan nutrisi berbagai jenis biji dan kacang, khususnya resveratrol dan komposisi asam lemak.serta memahami perannya dalam resistensi insulin.
Sampel yang dianalisis meliputi kemiri, kacang tanah, wijen, biji bunga matahari, sacha inchi, kacang merah, dan kacang hitam. Analisis spektroskopi Near-Infrared (NIR) menunjukkan bahwa sacha inchi memiliki kadar air dan protein tertinggi. Kacang merah memiliki kandungan karbohidrat paling tinggi, sedangkan kemiri mengandung minyak paling besar. Hal ini menunjukkan bahwa setiap jenis merniliki karakteristik nutrisi yang berbeda dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan gizi.
Analisis lanjutan menggunakan NMR dan GC-FID mengungkapkan bahwa seluruh sampel kaya akan asam lemak tak jenuh ganda (PUFA), dengan kisaran 38,040% hingga 84,440%. Sacha inchi memiliki kandungan lemak tak jenuh tertinggi, mencapai 92,51%, sehingga berpotensi sebagai sumber lemak sehat. Sementara itu, analisis LC-MS/MS menunjukkan bahwa wijen dan sacha inchi memiliki kandungan resveratrol tertinggi.
Studi Interaksi resveratrol dengan Insulin melalui berbagai teknik spektroskopi menunjukkan bahwa senyawa ini dapat memengaruhi struktur dan stabilitas insulin. Resveratrol menyebabkan perubahan spektrum UV-Vis, efek quenching pada fluoresensi, serta menstabilkan struktur heliks insulin berdasarkan analisis Circular Dichroism, Simulasi molecular docking menunjukkan interaksi resveratrol dengan bagian penting insulin melalui gaya van der Waals dan interaksi orbital.
Secara keseluruhan, resveratrol terbukti mampu menstabilkan struktur insulin dan berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin. Oleh karena itu, konsumsi biji-bijian dan kacang-kacangan yang kaya resveratrol berpotensi mendukung pencegahan dan pengelolaan penyakit metabolik seperti diabetes.
Cetakan Pertama: Mei 2026




