Judul:
Kecik sawo manila: (Wong) Becik Ketitik, (wong) Ala Ketara – Hidupku itu Generasiku
Penulis:
-
JC Tukiman Tarunasayoga
-
Marhaendra Nata
Penerbit:
Diva Pustaka
Sinopsis:
Setiap individu manusia hidup di dalam generasinya. Setiap orang hidup sesuai dengan ciri-ciri khas generasinya masing-masing, dan nyaris kecil kemungkinannya terjadi “penyamarataan” ciri khas antar generasi. Rasanya, hanya kebudayaan mampu “memaksa” lintas generasi untuk bersedia menyerap nilai-nilai kebudayaan itu jika seseorang akan terus mengarungi kehidupannya. Di antara nilai-nilai kebudayaan itu, ungkapan-ungkapan menarik dalam kosakata berbahasa, contohnya bahasa Jawa, mau tidak mau harus diakui betapa penting menyerap nilai-nilainya jika orang ingin terus bergulat dan bergelut dalam kehidupannya.
Becik ketitik, ala ketara, ungkapan bahasa Jawa yang sangat terkenal dan dikenal. Ungkapan seperti itu dalam khasanah berbahasa Jawa disebut purwakanthi; yakni kalimat (pendek) yang memiliki kesamaan nada suara, mungkin juga huruf, atau pun kata; sehingga ungkapan itu terasa sangat indah didengar atau pun diucapkan. Tujuan utama kesamaan itu, ialah agar mudah diingat atau pun diucapkan, menarik.
Cetakan Pertama:
Maret 2026




