Fisiologi Reproduksi Hewan Air: Konsep, Mekanisme, dan Aplikasi dalam Akuakultur Berkelanjutan

Kategori:

Judul: Fisiologi Reproduksi Hewan Air
Subjudul: Konsep, Mekanisme, dan Aplikasi dalam Akuakultur Berkelanjutan
Penulis:
Prof. Dr. Ir. Hasnidar, MS., IPM
Prof. Dr. Ir. Andi Tamsil, MS., IPM
Penerbit: Diva Pustaka

Sinopsis:

Reproduksi merupakan salah satu proses biologis paling mendasar dalam keberlanjutan kehidupan organisme akuatik. Dalam konteks akuakultur, keberhasilan reproduksi tidak hanya menentukan ketersediaan benih, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas produksi, efisiensi pembenihan, keberlanjutan sumber daya genetik, serta produktivitas usaha budidaya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai fisiologi reproduksi hewan air menjadi landasan penting bagi mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan akuakultur.
Buku ini disusun dengan pandangan bahwa fisiologi reproduksi tidak cukup dipahami hanya melalui deskripsi organ reproduksi dan tahapan perkembangan gonad. Perkembangan ilmu pengetahuan telah membawa pemahaman reproduksi menuju pendekatan yang semakin integratif, yang menghubungkan regulasi neuroendokrin, gametogenesis, komunikasi antarsel, metabolisme, regulasi molekuler, epigenetik, kualitas gamet, fertilisasi, embriogenesis, serta interaksi antara organisme dan lingkungannya.
Atas dasar pemikiran tersebut, buku ini disusun dalam empat bab utama. Bab 1 membahas konsep dasar fisiologi reproduksi hewan air dan landasan biologis yang menjadi pijakan untuk memahami proses reproduksi. Bab 2 membahas regulasi neuroendokrin reproduksi, termasuk organisasi sistem neuroendokrin dan mekanisme sumbu hipotalamus–hipofisis–gonad. Bab 3 membahas gametogenesis secara mendalam, meliputi spermatogenesis dan oogenesis serta pembentukan gamet yang memiliki kompetensi reproduksi dan perkembangan. Selanjutnya, Bab 4 membahas fertilisasi dan perkembangan embrio, mulai dari interaksi gamet, aktivasi zigot, regulasi molekuler, pengaruh lingkungan, hingga kualitas embrio dan viabilitas larva.
Salah satu gagasan utama yang kami tekankan dalam buku ini adalah bahwa keberhasilan reproduksi bukan ditentukan oleh satu tahapan yang berdiri sendiri, melainkan oleh kesinambungan proses fisiologis sejak pembentukan gamet hingga terbentuknya larva yang viabel. Dengan perspektif tersebut, kualitas gamet, kompetensi fertilisasi, perkembangan embrio, dan kualitas lingkungan perlu dipahami sebagai bagian dari satu kesatuan sistem reproduksi.
Buku ini juga berupaya mempertemukan konsep fisiologi reproduksi klasik dengan perkembangan teknologi mutakhir. Pembahasan mengenai single-cell transcriptomics, multi-omics, proteomik, metabolomik, epigenomik, biosensor, artificial intelligence, Internet of Things, dan precision hatchery ditempatkan sebagai bagian dari perkembangan ilmu yang berpotensi mengubah pendekatan pengelolaan reproduksi dan pembenihan pada masa mendatang. Meskipun demikian, prinsip fisiologi tetap ditempatkan sebagai landasan utama dalam memahami dan menerapkan setiap perkembangan teknologi tersebut.

Cetakan Pertama: September 2026

Punya pertanyaan? Hubungi Kami