Epidemiologi Penyakit Tidak Menular

Kategori:

Judul: Epidemiologi Penyakit Tidak Menular
Penulis: Prof. Dr. drg. H. Masriadi, SKM., S.KG., S.Pd.I., SH., M.Kes., MH., M.Biomed
Penerbit: Diva Pustaka
Sinopsis:

Penyakit Tidak Menular telah menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang paling dominan pada abad ke-21. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa lebih dari dua pertiga kematian di dunia disebabkan oleh PTM, dengan penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes melitus, penyakit pernapasan kronis, dan penyakit ginjal kronis sebagai kontributor utama. Indonesia juga menghadapi fenomena yang sama, ditandai dengan meningkatnya prevalensi hipertensi, obesitas, diabetes, stroke, kanker, serta berbagai gangguan metabolik yang berkaitan erat dengan perubahan pola hidup masyarakat. Urbanisasi, perubahan struktur demografi, peningkatan usia harapan hidup, kemajuan teknologi, perubahan pola konsumsi, menurunnya aktivitas fisik, perubahan lingkungan, hingga pengaruh determinan sosial dan komersial kesehatan merupakan faktor-faktor yang mempercepat transisi epidemiologi di Indonesia. Kondisi tersebut menjadikan PTM tidak lagi dipandang sebagai masalah klinis semata, melainkan sebagai persoalan multidimensional yang memerlukan pendekatan epidemiologi, kebijakan publik, manajemen kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor.
Perkembangan ilmu epidemiologi dalam dua dekade terakhir juga mengalami transformasi yang sangat pesat. Jika sebelumnya epidemiologi lebih berfokus pada distribusi penyakit, faktor risiko, serta hubungan sebab-akibat, kini disiplin ilmu ini berkembang menuju pendekatan yang lebih presisi, prediktif, dan berbasis data. Buku ini mengintegrasikan berbagai perkembangan tersebut melalui pembahasan mengenai epidemiologi klasik, epidemiologi molekuler, epidemiologi genetik, epidemiologi digital, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Big Data Analytics, Internet of Medical Things (IoMT), Geographic Information System (GIS), machine learning, Precision Public Health, One Health, Planetary Health, serta digital health surveillance. Integrasi berbagai konsep modern tersebut diharapkan mampu memberikan perspektif baru mengenai identifikasi faktor risiko, pemetaan distribusi penyakit, prediksi kejadian PTM, serta pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based decision making) dalam praktik kesehatan masyarakat.
Cetakan Pertama: Agustus 2026

Punya pertanyaan? Hubungi Kami