Implementasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Teknik Sipil: Transformasi Data Menuju Infrastruktur Berkelanjutan

Kategori:

Judul:
Implementasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Teknik Sipil: Transformasi Data Menuju Infrastruktur Berkelanjutan

Penulis:

  • Hendrata Wibisana

  • Bagas Aryaseta

Penerbit:
Diva Pustaka

Sinopsis:

Di era di mana data adalah “emas baru” dunia toknik sipil tidak lagi
okadar tentang beton, baja, dan
perhitungan Struktur statis. Tantangan pemobangunan di abad ke-21 menuntut para insinyur untuk mampu melibät jauh melampaui tapak konstruksi mereka harus mampu membaca lanskap buml socara digital. Buku ini hadir sobagal jembatan yang menghuburigkan rigiditas ilmu teknik sipil dengan fleksibilitas Sistem Informasi Geografis (SIG), monciptakan sebuah panduan komprohensif bagi mereka yang ingin membangun masa depan dengan lebih presisi.
Narasi buku ini dimulai dengan mendudukkan SIG bukan sekadar sebagai alat/pembuat peta, melainkan sebagai sistem saraf pusat dalam pengambilan keputusan infrastruktür. Pada bab-bab awal, pembaca diajak menyelami fondasi data geospasial, memahami bagaimana koordinat dan proyoksi peta menjadi penentu apakah sebuah jembatan akan bertemu di tengah atau justru meleset satu meter. Penulis mengemas teknis akuisisi data mulai dari survei terestrial tradisional hingga pemanfaatan sensor drone (UAV) yang canggih dengan bahasa yang mengalir, namun tetap mengedepankan akurasi ilmiah.
Memasuki inti aplikasi, buku ini membedah peran krusial SIG dalam tiga pilar utama teknik sipil: transportasi, hidrologi, dan geoteknik. Pembaca akan dipandu memahami bagaimana algoritma spasial dapat menentukan rute jalan yang paling efision, memprediksi
perilaku debit air di daerah aliran sungal untuk mencegah banjir, hingga memetakan zona kerawanan longsor melalui analisis multi-kriteria. Setiap bab disusun secara sistematis agar pembaca dapat memvisualisasikan bagaimana data mentah bertransformasi menjadi informasi strategis yang mampu memitigasi risiko kegagalan konstruksi.
Namun, buku ini tidak berhenti pada aspek teknis semata. Bagian akhir buku ini menawarkan refleksi mendalam mengenai masa depan industri melalui lensa sustainability (keberlanjutan).
Penulis menyoroti bagalmana ekosistem perangkat lunak SIG baik yang bersifat open-source seperti
QGIS maupun proprietary seporti ArcGIS harus dikelola socara borkolanjutan agar investasi data tidak menjadi usang.
Lebih jauh lagi, buku ini menegaskan relevansinya terhadap agenda global. Melalui korelasi dengan SDGs No. 4 (Pendidikan Berkualitas), buku ini diposisikan sebagai instrumen literasi digital yang krusial bagi peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor konstruksi. Sementara itu, keterkaitannya dengan SDGs No. 9 (industri, Inovasi, dan Infrastruktur) menunjukkan bahwa pemanfaatan SIG adalah syarat mutlak bagi terciptanya infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, buku ini adalah kompas bagi mahasiswa, akademisi, dan praktisi teknik sipil yang ingin keluar dari batas•batas kalkulasi konvensional. Dengan gaya bahasa yang elegan namun lugas, penulis
membuktikan bahwa saat teknik sipil bertemu dengan kecerdasan spasial, hasilnya bukan sekadar bangunan yang kokoh, melainkan peradaban yang terencana dengan lebih cordas dan hijau.

Cetakan Pertama:
Maret 2026

Punya pertanyaan? Hubungi Kami