Judul: La Pottokati: Datu Baringeng Arung Attang Lamuru Petta Ponggawae
Penulis: Andi Fahri Makkasau
Penerbit: Diva Pustaka
Sinopsis:
Di tanah Marusu yang bergolak oleh intrik kekuasaan dan bayang-bayang kolonialisme, berjuanglah seorang ksatria yang namanya menjadi getar dalam ingatan sejarah: La Pottokati Daeng Masugi..
Ditempa sejak belia antara tasbih dan badik, La Pottokati tumbuh bukan hanya sebagai panglima perang, tetapi sebagai penjaga kehormatan (siri”) bangsanya. Di tengah abad ke-18 saat Kerajaan Bone, Gowa, dan wilayah-wilayah pesisir Sulawesi Selatan berada dalam pusaran adu kepentingan dan tipu daya Kompeni ia berdiri di garis terdepan, memimpin perlawanan dengan keberanian, kecerdikan strategi, dan keteguhan iman.
Novel ini membawa pembaca menyusuri medan-medan tempur yang menentukan sejarah: dari penyergapan berdarah di jalur logistik, pertempuran sengit di Leang-Leang, Barabatua, Sidenreng, hingga Camba di mana kemenangan selalu harus ditebus dengan air mata dan pengorbanan. Lebih dari sekadar kisah peperangan, perjalanan La Pottokati juga diwarnai oleh pergulatan batin seorang pemimpin yang menyadari bahwa setiap kejayaan menyimpan duka rakyatnya sendiri.
Sebagai Petta Ponggawa, ia tidak hanya menghadapi musuh dari luar, tetapi juga intrik bangsawan, pengkhianatan, dan pertarungan sunyi melawan usia serta takdir. Hingga akhirnya, estafet perjuangan itu diserahkan kepada generasi penerusnya La Makkasau dan La Mattuppuang Daeng Palallo agar api kehormatan tidak pernah padam di tanah Marusu dan Timboro.
La Pottokati-Datu Baringeng, Petta Ponggawa adalah novel sejarah epik yang merangkai fakta, tradisi Bugis-Makassar, dan narasi sastra dengan napas yang dalam dan menggugah. Sebuah kisah tentang keberanian yang tidak selalu berteriak, kepemimpinan yang lahir dari luka, dan warisan yang lebih abadi daripada kemenangan: martabat sebuah bangsa.
Cetakan Pertama: Januari 2026




