Sikap Narapidana dan Tahanan terhadap Perilaku Seksualnya
Penulis
Drs. Dindin Sudirman, Bc.IP, M.Si.
Sinopsis
Seperti diketahui bahwa kebutuhan seksual adalah kebutuhan dasar manusia yang tidak berbeda dengan kebutuhan akan makan, minum, rasa aman dan penghargaan yang memerlukan pemenuhan yang berlangsung secara terus menerus sepanjang hayatnya.
Sementara itu narapidana dan tahanan adalah orang-orang yang untuk sementara watu di masukan ke dalam Lembaga Pemasyara- katan/Rumah Tahanan Negara (selanjutnya disebut Lapas/Rutan), untuk menjalani pidananya atau menjalani masa tahanannya.
Lapas/Rutan adalah sebuah institusi yang diciptakan sedemikian rupa sehingga kebebasan bergerak seseorang akan terbatasi, baik karena secara ruang dan waktu mereka di tempatkan dalam kamar/blok yang relatip sempit, maupun karena aturan-aturan disiplin yang relatip ketat. Disamping itu mereka pun di tempatkan dalam suatu masyarakat yang hanya terdiri dari satu macam jenis kelamin. Kese-muanya itu diperkirakan akan membawa pengaruh terhadap cara-cara mereka dalam memenuhi berbagai kebutuhannya, termasuk penyaluran kebutuhan biologisnya. Teori untuk menerangkan gejala tersebut, penulis menggunakan teori yang di kemukakan oleh Gresham M. Sykes, dalam bukunya yang berjudul The Society of Captives dimana seseorang yang dimasukan ke dalam “penjara” akan mengalami beberapa kesakitan yang salah satu diantaranya adalah kesakitan akibat kehilangan relasi seksual yang normal. Derita yang dirasakan adalah hilangnya kemampuan untuk menyalurkan keingin-an seksual antar lawan jenis. Akibatnya timbulah perbuatan-perbuat-an homoseksual, pemerkosaan homoseksual dan pelacuran homo-seksual diantara sesama terpidana (Nitibaskara, 2001 : 82). Disam-ping itu terdapat gejala saling tukar menukar kepentingan antara penghuni Lapas/Rutan dengan petugas dengan cara ”membayar” agar dapat berhubungan dengan isterinya di sebuah tempat di salah satu ruangan yang ada di Lapas/Rutan tersebut (dikenal dengan istilah ”bilik asmara”).
Cetakan Pertama : September 2025




